Sabtu, 08 Juni 2013

peran dan dampak iptek dalam pertanian




PERAN DAN DAMPAK IPTEK DALAM PEMBANGUNAN  PERTANIAN
MAKALAH
Diajukan sebagai tugas akhir mata kuliah ilmu sosial dan budaya dasar

Disusun oleh :
                                      NAMA          :RUSDI SHOBRUN JAMIL
                                      NIM              : 1127060070

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2013


KATA PENGANTAR

Segala puji kita panjatkan kehadirat Allah yang maha alim lagi maha bijaksana, karena atas rahmat-nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat sejahtera kita pintakan untuk jungjungan Nabi Muhammad SAW. yang membawa ajaran kebenaran, juga kita pintakan untuk ahli kerabat, sahabat-sahabat dan pengikut-pengikut beliau yang gemar mendengarkan nasihat-nasihat baik, untuk kemudian diikuti.
Penyusun mengucapakan terima kasih kepada pihak yang langsung maupun tidak langsung turut berpartisipasi dalam menyusun makah ini. Penyusun menyadari dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan, baik dalam bentuk format makalahnya maupun dalam penulisannya. Oleh karena itu, penyusun mahon maaf yang sebesar-besarnya dan mengharapkan kritik serta saran yang membangun kepada semua pembaca demi perbaikan semuanya.




Bandung,  23 Mei 2013


Penyusun








DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
I.                   Latar Belakang 
II.                Rumusan masalah 
III.             Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
I.                   Pengertian IPTEK 
                         A.     perkembangan IPTEK 
II.                Dampak Perkembangan IPTEK
A.    Dampak Positif Perkembangan IPTEK
B.     Dampak Negatif Perkembangan IPTEK
III.                            Peran IPTEK Dalam Pembangunan Pertanian
BAB III PENUTUP
I.                   Kesimpulan
II.                Saran













BAB I
PENDAHULUAN
I.                   Latar Belakang
Di zaman yang moderen ini, kita sering mendengar atau pun mengucapkan istilah “iptek”. Iptek adalah singkatan dari kata “ilmu pengetahuan dan teknologi” yang secara tidak sadar kita pun sudah memakai atau pun menggunakannya dari segala bidang apapun. Entah itu pekerjaan di kantor, pabrik, pertokoan, sarana pendidikan di sekolah, tempat les, universitas,  sampai bidang pertanian pun kita sering menggunakannya.
Peran iptek dalam kehidupan sehari-hari disamping dampak positif yang didapat, pasti dampak negatifnya juga terasa oleh kita. Perkembangan iptek yang sangat cepat di tahun-tahun terakhir ini yang mengakibatkan masyarakat menjadi ketergantungan kepada modernisasi. Yang dikhawatirkan masyarakat lupa akan kebudayaan dari nenek moyang aslinya. Karena sudah terkontaminasi oleh budaya luar.
Peran iptek dalam pertanian sangatlah penting adanya. Pada krisis ekonomi yang dialami indonesia sejak tahun 1997, membuat para pakar pertanian sibuk menstrategikan pengaplikasian iptek dalam ilmu pertanian.
II.                Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, makalah ini akan membahas tentang:
·         Penegrtian iptek
·         Perkembangan iptek
·         Dampak positif dan negatif dari peranan iptek
·         Peranan iptek dalam perkembangan pertanian.
III.             Tujuan
Sejalan dengan rumusan masalah, makalah ini bertujuan untuk:
1.      Mengetahui apa itu iptek
2.      Bagaimana perkembangannya
3.      Segi positif dan negatif dari iptek
4.      Perkembangan pertanian yang didukung oleh iptek.



BAB II
PEMBAHASAN
I.                   Pengertian Iptek
Iptek adalah sinkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari pandangan definisi  pengetahuan adalah segala sesuatu yang manusia ketahui dari berbagai kesempatan, baik yang disengaja atau pun yang tidak disengaja dan secara spontan. Ilmu merupakan hasil pemikiran manusia yang diperoleh dari pengalaman. Jadi, ilmu pengetahuan adalah hasil pemikiran manusia yang diperoleh dari pengetahuannya. Ilmu pengetahuan diperoleh dari cara kerja yang rinci, sistemetis, dan logis. Dengan begitu ilmu pengetahuan dapat dikatakan pengetahuan ilmiyah yang memiliki syarat dan ciri-ciri antara lain, objek, tujuan dan metode, memiliki empiris, rasional, dan objektif.
Sedangkan definisi teknologi ialah ilmu terapan yang di dalamnya terdapat metode-metode untuk membuat sesuatu. Harvey Brooks mengartikan teknologi sebagai pemakai pengetahuan ilmiyah untuk menciptakan barang-barang dengan jalan produksi. Sedangkan Schon mengartikan teknologi adalah salah satu cara atau proses untuk membuat sesuatu yang dapat mengembangkan keterampilan manusia. Jadi, teknologi adalah faktor pendorong diciptakan dan dikembangkannya ilmu pengetahuan yang lebih maju. Iptek (Ilmu pengetahuan dan teknologi) itu saling berkaitan untuk menciptakan metode-metode terkini dalam ilmu pengetahuan.
A.     Perkembangan  Iptek
Perkembangan iptek sejalan dengan laju peradaban manusia di muka bumi. Sejalan dengan berkembangnya zaman, iptek yang pada awalnya adalah salah satu kebudayaan manusia, sekarang menjadi pencipta suatu alat untuk membantu aktivitas manusia.
Sejarah perkembangan iptek dapat dibuat periodisasinya sebagai berikut:
1.      Zaman prasejarah (4 juta tahun yang lalu)
Pada zaman prasejarah atau yang dikenal dengan zaman batu, telah lahir iptek yaikni dengan berkembangnya kemampuan mengamati, membedakan, memilih, dan melakukan percobaan.
Berdasarkan proses tersebut, lambat laun terciptalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan, misalnya pembuatan alat-alat untuk berburu dari batu. Dan terus alat-alat tersebut disempurnakan untuk memperoleh buruan yang maksimal.
Semula hasil buruan tersebut dikumpulkan dan dimakan langsung. Namun setelah mereka mengenal api, mereka mennggunakannya untuk memesak hasil buruan tersebut. Hal ini mendorong mereka membuat periuk dan barang pecah lainnya. Kemudian dalam perkembangannya mereka mulai bercocok tanam dan bertani dengan peralatannya yang juga meningkat dari menggunakan batu sampai menggunakan logam (perunggu dan besi).
Ilmu pengetahuannya pun semakin meningkat, dari kemampuannya menulis dan menghitung berkembang dan mulai mengenal hal-hal Yng berkaitan dengan sistem kalender.
2.      Zaman Yunani (600-200 SM)
Pada zaman inilah ditemukan ahli-ahli dari ilmu yang sekarang dipelajari. Seperti ilmuwan yang bernama pythagoras (580-500 SM) yang telah menciptakan hukum atau dalil Pythagoras yang mendasari ilmu matematika. Sokrates (470-399 SM), Plato (427-347 SM) dan muridnya Aristoteles (384-322 SM).
Di zaman ini pula terdapat ilmuwan fisika yang melahirkan ilmu yang sangat penting. Diantaranya : Eulid (330 SM) yang menciptakan ilmu ukur dan dususunnya secara cermat. Archimides (287-212 SM) yang menemukan gaya angkat dalam air, yang sering kita kenal sebagai gaya archimides.
3.      Zaman Pertengahan (31 SM -628 M)
a.       Sebelum Islam datang
Pada zaman ini oleh para ilmuawan sering dinamakan zaman kegelapan. Hal ini disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada sejak zaman yunani menjadi terhenti di eropa. Karena Pada zaman tersebut berkembang pula kristen yang berkuasa di eropa yang menyebabkan semua kehidupan diatur dengan doktrin gereja atau hukum dan ketenteuan tuhan. Akibatnya manusia menjadi bebas berfikir. Sehingga menyebabkan kemunduran bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
b.      Setelah Islam datang
Masa kejayaan itu bermula saat Rasulullah mendirikan pemerintahan Islam, yakni Daulah Khilafah Islamiyah di Madinah. Tongkat kepemimpinan bergantian dipegang oleh Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Usman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan seterusnya.
Pada masa selanjutnya yaitu pada masa bani umayyah disinilah umat islam mengalami kemajuan pada IPTEK. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa Bani Umayyah pada umumnya berjalan seperti di zaman permulaan Islam, hanya pada perintisan dalam ilmu logika, yaitu filsafat dan ilmu eksata.[1]  Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini masih berada pada tahap awal, yang merupakan masa inkubasi. Para pembesar Bani Umayyah kurang tertarikm pada ilmu pegetahuan kecuali Yazid bin Mua’wiyah dan Umar bin Abdul Aziz.  Ilmu yang berkembang di zaman Bani Umayyah adalah ilmu syari’ah, ilmu lisaniyah, dan ilmu tarikh. Selain itu berkembang pula ilmu qiraat, ilmu tafsir, ilmu hadis, ilmu nahwu, ilmu bumi, dan ilmu-ilmu yang disalin dari bahasa asing.
Pada masa bani abassiyah disinilah masa keemasan islam. Lahirlah pada masa ini sekian banyak penyair, pujangga, ahli bahasa, ahli sejarah, ahli hukum, ahli tafsir, ahli hadits, ahli filsafat, thib, ahli bangunan dan sebagainya. Masa Daulah Abbasiyah adalah masa di mana umat Islam mengembangkan ilmu pengetahuan, suatu kehausan akan ilmu pengetahuan yang belum pernah ada dalam sejarah. Kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan merefleksikan terciptanya beberapa karya ilmiah seperti terlihat pada alam pemikiran Islam pada abad ke-8 M. yaitu gerakan penerjemahan buku peninggalan kebudayaan Yunani dan Persia. Ilmu pengetahuan dipandang sebagai suatu hal yang sangat mulia dan berharga. Para khalifah dan para pembesar lainnya membuka kemungkinan seluas-luasnya untuk kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pada umumnya khalifah adalah para ulama yang mencintai ilmu, menghormati sarjana dan memuliakan pujangga.
4.      Zaman modern (1518 M- sekarang)
Perkembangan di zaman modern ini diawali dengan berkembangnya zaman Renainssance. Masa ini meupakan lahir dan berkembangnya kembali yunani dan romawi. Perkembangan pada masa ini tidak terlepas dari fase sebelumnya yakni, perkembangan iptek pada masa kekuasaan islam.
Pada zaman ini ilmu pengetahuan tidak hanya diklasifikasikan lagi, tetapi memahami sesuatu atau benda-benda itu memiliki susunan atau aturan yang ada hukum-hukumnya.
Pada masa ini juga segala ilmu pengetahuan yang sudah ditemukan pada masa-masa sebelumnya kembali diperbaiki apabila terjadi kesalahan. Seperti teori Aristoteles yang beranggapan bahwa matahari yang mengelilingi bumi (geosentris), dibantah oleh Copernicus dan Galileo yang telah menetapkan prinsip matahari sebagai pusat tata surya (heliosentris).
Perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi akan terus mengalami peningkatan sejalan dengan perkembangan pemikiran manusia.
II.                Dampak Perkembangan Iptek
Di era globalisasi pada masa sekarang ini, memaksa kita terkhusus masayarakat Indonesia untuk bias mengenal dan memahamiberbagai perkembangan IPTEK, namun demikian tidak sedikit dari kita yang serba ketinggalan dengan perkembangan IPTEK. Secara jangka panjang, perkembangan IPTEK memberikan arti yang sangat positif, namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang membawa dampak negative.
A.    Dampak Positif perkembangan IPTEK
1.      Memberikan berbagai kemudahan
Maksudnya adalah bhwa perkembangan IPTEK mampu membantu manusia dalam beraktifitas. Terutama sekali yang berhubungan dengan kegiatan perindustrian dan telekomunikasi. Namun demikian, dampak dari perkembangan IPTEK juga berdampak ke berbagai hal seperti kegiatan pertanian, yang dulunya membajak sawah dengan menggunakan alat tradisional, kini sudah menggunakan peralatan mesin.sehingga aktifitas penanaman dapat lebih cepat di laksanakan tanpa memakan waktu yang lama dan tidak pula terlalu membutuhkan tenaga yang banyak. Ini adalah contoh kecil efek positif perkembangan IPTEK di dalam membantu aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Mempermudah meluasnya berbagai informasi
Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi kita, dimana tanpa informasi sudah ketinggalan kita akan serba ketinggaln. terlebih lagi ketika berbagai media cetak dan elektronik berkembang pesat. Hal ini memaksa kita untuk mau tidak mau harus bias dan selalu mendapatkan berbagai informasi. Pada masa dahulu, kegiatan pengiriman berita sangat lambat, ha ini di karenakan kegiatan tersebut masih di lakukan secara tradisional baik itu secara lisan maupun dengan menggunakan sepucuk surat. Namun sekarang kegiatan semacam ini sudah hamper punah, dimana perkembangan IPTEK telah merubah segalanya, dan kitapun tidak perlu menunggu lama untuk mengirim atau menerima berita.

3.      Bertambahnya pengetahuan dan wawasan
Komputer  dahulu termasuk jenis peralatan yang sangat canggih, dimana hanya orang-orang tertentu yang mampu membelinya apalagi menggunakannya. Namun seiring dengan perkembangan iptek, peralatan elektronok seperti computer, internet, dan hanphone (Hp) sudah menjadi benda yang menjamur. Dimana tidak hanya orang-orang tertentu yang mampu menggunakannya, bahkan anak-anak di bawah umurpun dapat menggunakannya. Inilah pengaruh positif perkembangan iptek di era globalisasi terhadap ilmu pengetahuan dan wawasan  masyarakat kita.
B.     Dampak negative perkembangan IPTEK
1.         Mempengaruhi pola berpikir
Masyarakat kita adalah masyarakat yang agresif dan penasaran serta suka dengan hal baru. Terutama sekali dengan adanya berbagai perubahan  pada berbagai peralatan elektronik. Namun ternyata perkembangan tersebut tidak hanya berdampak terhadap pola berpikir anak, juga berdampak terhadap pola berpikir orang dewasa dan orang tua. Terlebih lagi setiap harinya masyarakat kita di cekoki dengan berbagai siaran yang kurang bermanfaat dari berbagi media elektronik.
2.         Hilangnya budaya Tradisional
Dengan berdirinya berbagai gedung mewah seperti mal, perhotelan dll, mengakibatkan hilangnya budaya tradisional seperti kegiatan dalam perdagangan yang dulunya lebih di kenal sebagai pasar tradisional kini berubah menjadi pasar modern. Begitu juga terhadap pergaulan anak-anak dan remaja yang sekarang sudah mengarah kepada pergaulan bebas.
3.        Banyak menimbulkan berbagai kerusakan
Indonesia di kenal sebagai Negara yang kaya akan umber daya alamnya, namu hingga akhir ini, Indonesia lebih di kenal sebagai Negara yang sedan g berkembang dan terus berkembang entah sampai kapan. Dan kita juga tidak mengetahui kapan istilah Negara berkembang tersebut berubah menjadi Negara maju. Salah satu contoh kecil yang lebih spesipic adalah beberapa tahun yang lalu sekitar di bawah tahun 2004,  kota pecan baru yang terletak di propinsi Riau,  lebih di kenal sebagi kota “Seribu Hutan”,  namun dalam waktu yang relative singkat, istolah seribu hutan kini telah berubah menjadi istilah yang lebih modern, yakni kota “Seribu Ruko”  di mana dalam waktu yang singkat, perkembangan pembanguna di kota ini amat sangat pesat. Mulaialah berdiri berbagai kegiatan industri,  Perhotelan, Mal, dan Gedung-gedung bertingkat serta perumahan berdiri di mana-mana.akibatnya aktifitas tradisional lumpuh, hutan gundul sehingga banyak menimbulkan berbagai macam bencana seperti banjir, tanah longsor serta polusi tejadi di mana-mana. Inilah dampak yang harus di terima masyarakat kita hingga ke anak cucu.
III.                         Peran Iptek Dalam Pembangunan Pertanian
Kemajuan dan pembangunan dalam bidang apapun tidak dapat dilepaskan dari kemajuan teknologi. Revolusi pertanian didorong oleh penemuan mesin-mesin dan cara-cara baru dalam bidang pertanian. A.T Mosher (Mubyarto, 1989;235) menganggap teknologi yang senantiasa berubah itu sebagai syarat mutlak adanya pembangunan pertanian.
Apabila tidak ada perubahan dalam teknologi maka pembangunan pertanian pun terhenti. Produksi terhenti kenaikannya, bahkan dapat menurun karena merosotnya kesuburan tanah atau karena kerusakan yang makin meningkat oleh hama penyakit yang semakin merajalela.
Teknologi sering diartikan sebagai ilmu yang berhubungan dengan keterampilan di bidang industri. Tetapi A.T Mosher (1965;93) mengartikan teknologi pertanian sebagai cara-cara untuk melakukan pekerjaan usaha tani. Didalamnya termasuk cara-cara bagaimana petani menyebarkan benih, memelihara tanaman dan memungut hasil serta memelihara ternak. Termasuk pula didalamnya benih, pupuk, pestisida, obat-obatan serta makanan ternak yang dipergunakan, perkakas, alat dan sumber tenaga. Termasuk juga didalamnya berbagai kombinasi cabang usaha, agar tenaga petani dan tanahnya dapat digunakan sebaik mungkin.
Yang perlu disadari adalah pengaruh dari suatu teknologi baru pada produktivitas pertanian. Teknologi baru yang diterapkan dalam bidang pertanian selalu dimaksudkan untuk menaikkan produktivitas, apakah ia produktivitas tanah, modal atau tenaga kerja. Seperti halnya traktor lebih produktif daripada cangkul, pupuk buatan lebih produktif daripada pupuk hijau dan pupuk kandang, menanam padi dengan baris lebih produktif daripada menanamnya tidak teratur. Demikianlah masih banyak lagi cara-cara bertani baru, di mana petani setiap waktu dapat meningkatkan produktivitas pertanian.
Dalam menganalisa peranan teknologi baru dalam pembangunan pertanian, digunakan dua istilah lain yang sebenarnya berbeda namun dapat dianggap sama yaitu perubahan teknik (technical change) dan inovasi (inovation) menurut Mubyarto (1989;235). Istilah perubahan teknik jelas menunjukkan unsur perubahan suatu cara baik dalam produksi maupun dalam distribusi barang-barang dan jasa-jasa yang menjurus ke arah perbaikan dan peningkatan produktivitas. Misalnya ada petani yang berhasil mendapatkan hasil yang lebih tinggi daripada rekan-rekannya karena ia menggunakan sistem pengairan yang lebih teratur. Caranya hanya dengan menggenangi sawah pada saat-saat tertentu pada waktu menyebarkan pupuk dan sesudah itu mengeringkannya untuk memberikankesempatan kepada tanaman untuk mengisapnya. Sedangkan inovasi berarti pula suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya, artinya selalu bersifat baru. Sebagai contoh, penerapan bibit karet yang unggul dalam penanaman baru adalah inovasi.
Bila petani telah terangsang untuk membangun dan menaikkan produksi maka ia tidak boleh dikecewakan. Kalau pada suatu daerah petani telah diyakinkan akan kebaikan mutu suatu jenis bibit unggul atau oleh efektivitas penggunaan pupuk tertentu atau oleh mujarabnya obat pemberantas hama dan penyakit, maka bibit unggul, pupuk dan obat-obatan yang telah didemonstrasikan itu harus benar-benar tersedia secara lokal di dekat petani, di mana petani dapat membelinya.
Kebanyakan metode baru yang dapat meningkatkan produksi pertanian, memerlukan penggunaan bahan-bahan dan alat-alat produksi khusus oleh petani. Diantaranya termasuk bibit, pupuk, pestisida, makanan dan obat ternak serta perkakas. Pembangunan pertanian menghendaki kesemuanya itu tersedia di atau dekat pedesaan (lokasi usaha tani), dalam jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi keperluan tiap petani yang membutuhkan dan menggunakannya dalam usaha taninya.
Cara-cara kerja usaha tani yang lebih baik, pasar yang mudah dijangkau dan tersedianya sarana dan alat produksi memberi kesempatan kepada petani untuk menaikkan produksi. Begitu pula dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh pemerintah menjadi perangsang produksi bagi petani. Pemerintah menciptakan kebijaksanaan-kebijaksanaan khusus yang dapat merangsang pembangunan pertanian. Misalnya kebijaksanaan harga beras minimum, subsidi harga pupuk, kegiatan-kegiatan penyuluhan pertanian yang intensif, perlombaan-perlombaan dengan hadiah menarik pada petani-petani teladan dan lain-lain. Pendidikan pembangunan pada petani-petani di desa, baik mengenai teknik-teknik baru dalam pertanian maupun mengenai keterampilan-keterampilan lainnya juga sangat membantu menciptakan iklim yang menggiatkan usaha pembangunan.
Akhirnya kebijaksanaan harga pada umumnya yang menjamin stabilitas harga-harga hasil pertanian merupakan contoh yang dapat meningkatkan rangsangan pada petani untuk bekerja lebih giat dan mereka akan lebih pasti dalam usaha untuk meningkatkan produksi. Dalam pembangunan pertanian terdapat unsur perangkutan. Tanpa perangkutan yang efisien dan murah maka pembangunan pertanian tidak dapat diadakan secara efektif. Pentingnya perangkutan adalah bahwa produksi pertanian harus tersebar meluas, sehingga diperlukan jaringan perangkutan yang menyebar luas, untuk membawa sarana dan alat produksi ke tiap usaha tani dan membawa hasil usaha tani ke pasaran konsumen baik di kota besar dan/atau kota kecil. Selanjutnya, perangkutan haruslah diusahakan semurah mungkin. Bagi petani, harga suatu input seperti pupuk adalah harga pabrik ditambah biaya angkut ke usaha taninya. Uang yang diterimanya dari penjualan hasil pertanian adalah harga di pasar pusat dikurangi dengan biaya angkut hasil pertanian tersebut dari usaha tani ke pasar. Jika biaya angkut terlalu tinggi, maka pupuk akan menjadi terlalu mahal bagi petani dan uang yang diterimanya dari penjualan hasil pertanian tersebut akan menjadi terlalu sedikit. Sebaliknya, jika biaya angkut rendah, maka uang yang diterima oleh petani akan menjadi tinggi.
Berbagai sarana perangkutan dan jarak jauh bersama-sama harus membentuk sistem perangkuan yang merupakan satu kesatuan yang harmonis. Tidak hanya jalan raya yang diaspal, jalan setapak, jalan tanah, saluran air, jalan raya, sungai dan jalan kereta api semuanya ikut memperlancar perangkutan. Beberapa diantaranya dapat dibuat dan dipelihara oleh usaha setempat, termasuk pemerintah setempat. Beberapa lagi perlu dibangun dan dipelihara oleh pemerintah propinsi dan pusat.
Kesemuanya harus dihubungkan dan diintegrasikan satu dengan yang lainnya, sehingga hasil pertanian dapat diangkut dengan lancar dari usaha tani ke pasar-pasar pusat. Demikian pula sarana dan alat produksi serta berbagai jasa tidak hanya perlu sampai ke kota kecil dan desa, melainkan juga sampai ke usaha tani itu sendiri.

BAB III
PENUTUP
I.                               Kesimpulan
IPTEK adalah singkatan dari Ilmu pengetahuan dan teknologiyang keduanya itu saling berkaitan untuk menciptakan metode-metode terkini dalam ilmu pengetahuan.
Perkembangan IPTEK dimulai sejak zaman prasejarah diteruskan pada zaman yunani dan romawi kuno. Sempat mengalami kemunduran pada zaman pertengahan, namun setelah Islam datang IPTEK kembali berkembang dengan pesat. Dan pada masa modern ini perkembangan IPTEK itu dikembangkan kembali oleh bangsa yunani, romawi dan persia.
Dampak perkembangan IPTEK terbagi menjadi 2 : yakni dampak positif dan dampak negatif.
Dampak positif diantaranya memberikan berbagai kemudahan, mempermudah meluasnya berbagai informasi, dan bertambahnya pengetahuan dan wawasan.
Sedangkan dampak negatifnya diantaranya mempengaruhi pola berpikir, hilangnya budaya Tradisional, dan banyak menimbulkan berbagai kerusakan.
















DAFTAR PUSTAKA
Zen. http://jhens-fernando.blogspot.com/2011/10/dampak-perkembangan-iptek.html. Diakses pada tanggal 22 Mei 2013 pukul 17.30 wib
Mukti, Imam. http://paradigmakaumpedalaman.blogspot.com/2011/11/teknologi-dalam-pembangunan-pertanian.html. Diakses pada tanggal 23 Mei 2013 pukul 06.00 wib
Nurhadi, Ahmad. http://noerhaedi.blogspot.com/2013/02/senin-25-februari-2013-normal-0-false.html