MAKALAH
Diajukan
sebagai tugas akhir
mata kuliah ilmu sosial dan budaya dasar
Disusun
oleh :
NAMA
:RUSDI SHOBRUN
JAMIL
NIM
: 1127060070
JURUSAN
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2013
KATA PENGANTAR
Segala puji kita
panjatkan kehadirat Allah yang maha alim lagi maha bijaksana, karena atas
rahmat-nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat sejahtera kita
pintakan untuk jungjungan Nabi Muhammad SAW. yang membawa ajaran kebenaran,
juga kita pintakan untuk ahli kerabat, sahabat-sahabat dan pengikut-pengikut
beliau yang gemar mendengarkan nasihat-nasihat baik, untuk kemudian diikuti.
Penyusun mengucapakan
terima kasih kepada pihak yang langsung maupun tidak langsung turut
berpartisipasi dalam menyusun makah ini. Penyusun menyadari dalam makalah ini
masih terdapat kekurangan dan kesalahan, baik dalam bentuk format makalahnya
maupun dalam penulisannya. Oleh karena itu, penyusun mahon maaf yang
sebesar-besarnya dan mengharapkan kritik serta saran yang membangun kepada
semua pembaca demi perbaikan semuanya.
Bandung, 23 Mei 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar
Daftar
Isi
BAB I PENDAHULUAN
I.
Latar
Belakang
II.
Rumusan
masalah
III.
Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
I.
Pengertian IPTEK
A.
perkembangan IPTEK
II.
Dampak Perkembangan IPTEK
A.
Dampak Positif Perkembangan IPTEK
B. Dampak
Negatif Perkembangan IPTEK
III.
Peran IPTEK Dalam Pembangunan
Pertanian
BAB III PENUTUP
I.
Kesimpulan
II.
Saran
BAB I
PENDAHULUAN
I.
Latar
Belakang
Di
zaman yang moderen ini, kita sering mendengar atau pun mengucapkan istilah
“iptek”. Iptek adalah singkatan dari kata “ilmu pengetahuan dan teknologi” yang
secara tidak sadar kita pun sudah memakai atau pun menggunakannya dari segala
bidang apapun. Entah itu pekerjaan di kantor, pabrik, pertokoan, sarana
pendidikan di sekolah, tempat les, universitas,
sampai bidang pertanian pun kita sering menggunakannya.
Peran
iptek dalam kehidupan sehari-hari disamping dampak positif yang didapat, pasti
dampak negatifnya juga terasa oleh kita. Perkembangan iptek yang sangat cepat
di tahun-tahun terakhir ini yang mengakibatkan masyarakat menjadi
ketergantungan kepada modernisasi. Yang dikhawatirkan masyarakat lupa akan
kebudayaan dari nenek moyang aslinya. Karena sudah terkontaminasi oleh budaya
luar.
Peran
iptek dalam pertanian sangatlah penting adanya. Pada krisis ekonomi yang
dialami indonesia sejak tahun 1997, membuat para pakar pertanian sibuk
menstrategikan pengaplikasian iptek dalam ilmu pertanian.
II.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, makalah
ini akan membahas tentang:
·
Penegrtian iptek
·
Perkembangan iptek
·
Dampak positif dan negatif dari peranan
iptek
·
Peranan iptek dalam perkembangan
pertanian.
III.
Tujuan
Sejalan
dengan rumusan masalah, makalah ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui
apa itu iptek
2. Bagaimana
perkembangannya
3. Segi
positif dan negatif dari iptek
4. Perkembangan
pertanian yang didukung oleh iptek.
BAB II
PEMBAHASAN
I.
Pengertian
Iptek
Iptek adalah sinkatan dari ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dari pandangan definisi
pengetahuan adalah segala sesuatu yang manusia ketahui dari berbagai
kesempatan, baik yang disengaja atau pun yang tidak disengaja dan secara
spontan. Ilmu merupakan hasil pemikiran manusia yang diperoleh dari pengalaman.
Jadi, ilmu pengetahuan adalah hasil pemikiran manusia yang diperoleh dari
pengetahuannya. Ilmu pengetahuan diperoleh dari cara kerja yang rinci,
sistemetis, dan logis. Dengan begitu ilmu pengetahuan dapat dikatakan
pengetahuan ilmiyah yang memiliki syarat dan ciri-ciri antara lain, objek,
tujuan dan metode, memiliki empiris, rasional, dan objektif.
Sedangkan definisi teknologi ialah ilmu terapan yang
di dalamnya terdapat metode-metode untuk membuat sesuatu. Harvey Brooks
mengartikan teknologi sebagai pemakai pengetahuan ilmiyah untuk menciptakan
barang-barang dengan jalan produksi. Sedangkan Schon mengartikan teknologi
adalah salah satu cara atau proses untuk membuat sesuatu yang dapat
mengembangkan keterampilan manusia. Jadi, teknologi adalah faktor pendorong
diciptakan dan dikembangkannya ilmu pengetahuan yang lebih maju. Iptek (Ilmu
pengetahuan dan teknologi) itu saling berkaitan untuk menciptakan metode-metode
terkini dalam ilmu pengetahuan.
A.
Perkembangan
Iptek
Perkembangan iptek sejalan dengan laju peradaban
manusia di muka bumi. Sejalan dengan berkembangnya zaman, iptek yang pada
awalnya adalah salah satu kebudayaan manusia, sekarang menjadi pencipta suatu
alat untuk membantu aktivitas manusia.
Sejarah
perkembangan iptek dapat dibuat periodisasinya sebagai berikut:
1. Zaman
prasejarah (4 juta tahun yang lalu)
Pada
zaman prasejarah atau yang dikenal dengan zaman batu, telah lahir iptek yaikni
dengan berkembangnya kemampuan mengamati, membedakan, memilih, dan melakukan
percobaan.
Berdasarkan
proses tersebut, lambat laun terciptalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan,
misalnya pembuatan alat-alat untuk berburu dari batu. Dan terus alat-alat
tersebut disempurnakan untuk memperoleh buruan yang maksimal.
Semula
hasil buruan tersebut dikumpulkan dan dimakan langsung. Namun setelah mereka
mengenal api, mereka mennggunakannya untuk memesak hasil buruan tersebut. Hal
ini mendorong mereka membuat periuk dan barang pecah lainnya. Kemudian dalam
perkembangannya mereka mulai bercocok tanam dan bertani dengan peralatannya
yang juga meningkat dari menggunakan batu sampai menggunakan logam (perunggu
dan besi).
Ilmu
pengetahuannya pun semakin meningkat, dari kemampuannya menulis dan menghitung
berkembang dan mulai mengenal hal-hal Yng berkaitan dengan sistem kalender.
2. Zaman
Yunani (600-200 SM)
Pada
zaman inilah ditemukan ahli-ahli dari ilmu yang sekarang dipelajari. Seperti
ilmuwan yang bernama pythagoras (580-500 SM) yang telah menciptakan hukum atau
dalil Pythagoras yang mendasari ilmu matematika. Sokrates (470-399 SM), Plato (427-347
SM) dan muridnya Aristoteles (384-322 SM).
Di
zaman ini pula terdapat ilmuwan fisika yang melahirkan ilmu yang sangat
penting. Diantaranya : Eulid (330 SM) yang menciptakan ilmu ukur dan dususunnya
secara cermat. Archimides (287-212 SM) yang menemukan gaya angkat dalam air,
yang sering kita kenal sebagai gaya archimides.
3. Zaman
Pertengahan (31 SM -628 M)
a.
Sebelum
Islam datang
Pada
zaman ini oleh para ilmuawan sering dinamakan zaman kegelapan. Hal ini
disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada sejak zaman yunani
menjadi terhenti di eropa. Karena Pada zaman tersebut berkembang pula kristen
yang berkuasa di eropa yang menyebabkan semua kehidupan diatur dengan doktrin
gereja atau hukum dan ketenteuan tuhan. Akibatnya manusia menjadi bebas
berfikir. Sehingga menyebabkan kemunduran bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
b.
Setelah
Islam datang
Masa
kejayaan itu bermula saat Rasulullah mendirikan pemerintahan Islam, yakni
Daulah Khilafah Islamiyah di Madinah. Tongkat kepemimpinan bergantian dipegang
oleh Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khaththab, Usman bin Affan, Ali bin Abu
Thalib, dan seterusnya.
Pada masa selanjutnya yaitu pada masa bani umayyah
disinilah umat islam mengalami kemajuan pada IPTEK. Perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi pada masa Bani Umayyah pada umumnya berjalan seperti di zaman
permulaan Islam, hanya pada perintisan dalam ilmu logika, yaitu filsafat dan
ilmu eksata.[1] Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini
masih berada pada tahap awal, yang merupakan masa inkubasi. Para pembesar Bani
Umayyah kurang tertarikm pada ilmu pegetahuan kecuali Yazid bin Mua’wiyah dan
Umar bin Abdul Aziz. Ilmu yang
berkembang di zaman Bani Umayyah adalah ilmu syari’ah, ilmu lisaniyah, dan ilmu
tarikh. Selain itu berkembang pula ilmu qiraat, ilmu tafsir, ilmu hadis, ilmu
nahwu, ilmu bumi, dan ilmu-ilmu yang disalin dari bahasa asing.
Pada masa bani abassiyah disinilah masa keemasan islam. Lahirlah
pada masa ini sekian banyak penyair, pujangga, ahli bahasa, ahli sejarah, ahli
hukum, ahli tafsir, ahli hadits, ahli filsafat, thib, ahli bangunan dan
sebagainya. Masa Daulah Abbasiyah adalah masa di mana umat Islam mengembangkan
ilmu pengetahuan, suatu kehausan akan ilmu pengetahuan yang belum pernah ada
dalam sejarah. Kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan merefleksikan
terciptanya beberapa karya ilmiah seperti terlihat pada alam pemikiran Islam
pada abad ke-8 M. yaitu gerakan penerjemahan buku peninggalan kebudayaan Yunani
dan Persia. Ilmu pengetahuan dipandang sebagai suatu hal yang sangat mulia dan
berharga. Para khalifah dan para pembesar lainnya membuka kemungkinan
seluas-luasnya untuk kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pada umumnya
khalifah adalah para ulama yang mencintai ilmu, menghormati sarjana dan
memuliakan pujangga.
4. Zaman
modern (1518
M- sekarang)
Perkembangan
di zaman modern ini diawali dengan berkembangnya zaman Renainssance. Masa ini
meupakan lahir dan berkembangnya kembali yunani dan romawi. Perkembangan pada
masa ini tidak terlepas dari fase sebelumnya yakni, perkembangan iptek pada
masa kekuasaan islam.
Pada zaman ini ilmu
pengetahuan tidak hanya diklasifikasikan lagi, tetapi memahami sesuatu atau
benda-benda itu memiliki susunan atau aturan yang ada hukum-hukumnya.
Pada
masa ini juga segala ilmu pengetahuan yang sudah ditemukan pada masa-masa
sebelumnya kembali diperbaiki apabila terjadi kesalahan. Seperti teori
Aristoteles yang beranggapan bahwa matahari yang mengelilingi bumi
(geosentris), dibantah oleh Copernicus dan Galileo yang telah menetapkan
prinsip matahari sebagai pusat tata surya (heliosentris).
Perkembangan
ilmu pegetahuan dan teknologi akan terus mengalami peningkatan sejalan dengan
perkembangan pemikiran manusia.
II.
Dampak
Perkembangan Iptek
Di era
globalisasi pada masa sekarang ini, memaksa kita terkhusus masayarakat
Indonesia untuk bias mengenal dan memahamiberbagai perkembangan IPTEK, namun
demikian tidak sedikit dari kita yang serba ketinggalan dengan perkembangan
IPTEK. Secara jangka panjang, perkembangan IPTEK memberikan arti yang sangat
positif, namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang membawa dampak negative.
A. Dampak Positif perkembangan IPTEK
1.
Memberikan
berbagai kemudahan
Maksudnya adalah bhwa perkembangan IPTEK mampu membantu
manusia dalam beraktifitas. Terutama sekali yang berhubungan dengan kegiatan
perindustrian dan telekomunikasi. Namun demikian, dampak dari perkembangan
IPTEK juga berdampak ke berbagai hal seperti kegiatan pertanian, yang dulunya
membajak sawah dengan menggunakan alat tradisional, kini sudah menggunakan
peralatan mesin.sehingga aktifitas penanaman dapat lebih cepat di laksanakan
tanpa memakan waktu yang lama dan tidak pula terlalu membutuhkan tenaga yang
banyak. Ini adalah contoh kecil efek positif perkembangan IPTEK di dalam
membantu aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari.
2.
Mempermudah
meluasnya berbagai informasi
Informasi
merupakan hal yang sangat penting bagi kita, dimana tanpa informasi sudah
ketinggalan kita akan serba ketinggaln. terlebih lagi ketika berbagai media
cetak dan elektronik berkembang pesat. Hal ini memaksa kita untuk mau tidak mau
harus bias dan selalu mendapatkan berbagai informasi. Pada masa dahulu,
kegiatan pengiriman berita sangat lambat, ha ini di karenakan kegiatan tersebut
masih di lakukan secara tradisional baik itu secara lisan maupun dengan
menggunakan sepucuk surat. Namun sekarang kegiatan semacam ini sudah hamper
punah, dimana perkembangan IPTEK telah merubah segalanya, dan kitapun tidak
perlu menunggu lama untuk mengirim atau menerima berita.
3.
Bertambahnya
pengetahuan dan wawasan
Komputer dahulu termasuk jenis peralatan yang sangat
canggih, dimana hanya orang-orang tertentu yang mampu membelinya apalagi
menggunakannya. Namun seiring dengan perkembangan iptek, peralatan elektronok
seperti computer, internet, dan hanphone (Hp) sudah menjadi benda yang
menjamur. Dimana tidak hanya orang-orang tertentu yang mampu menggunakannya,
bahkan anak-anak di bawah umurpun dapat menggunakannya. Inilah pengaruh positif
perkembangan iptek di era globalisasi terhadap ilmu pengetahuan dan
wawasan masyarakat kita.
B.
Dampak
negative perkembangan IPTEK
1.
Mempengaruhi
pola berpikir
Masyarakat kita adalah masyarakat
yang agresif dan penasaran serta suka dengan hal baru. Terutama sekali dengan
adanya berbagai perubahan pada berbagai peralatan elektronik. Namun
ternyata perkembangan tersebut tidak hanya berdampak terhadap pola berpikir
anak, juga berdampak terhadap pola berpikir orang dewasa dan orang tua.
Terlebih lagi setiap harinya masyarakat kita di cekoki dengan berbagai siaran
yang kurang bermanfaat dari berbagi media elektronik.
2.
Hilangnya
budaya Tradisional
Dengan berdirinya berbagai gedung
mewah seperti mal, perhotelan dll, mengakibatkan hilangnya budaya tradisional
seperti kegiatan dalam perdagangan yang dulunya lebih di kenal sebagai pasar
tradisional kini berubah menjadi pasar modern. Begitu juga terhadap pergaulan
anak-anak dan remaja yang sekarang sudah mengarah kepada pergaulan bebas.
3.
Banyak
menimbulkan berbagai kerusakan
Indonesia di kenal sebagai Negara
yang kaya akan umber daya alamnya, namu hingga akhir ini, Indonesia lebih di
kenal sebagai Negara yang sedan g berkembang dan terus berkembang entah sampai
kapan. Dan kita juga tidak mengetahui kapan istilah Negara berkembang tersebut
berubah menjadi Negara maju. Salah satu contoh kecil yang lebih spesipic adalah
beberapa tahun yang lalu sekitar di bawah tahun 2004, kota pecan baru
yang terletak di propinsi Riau, lebih di kenal sebagi kota “Seribu
Hutan”, namun dalam waktu yang relative singkat, istolah seribu hutan
kini telah berubah menjadi istilah yang lebih modern, yakni kota “Seribu
Ruko” di mana dalam waktu yang singkat, perkembangan pembanguna di kota
ini amat sangat pesat. Mulaialah berdiri berbagai kegiatan industri,
Perhotelan, Mal, dan Gedung-gedung bertingkat serta perumahan berdiri di
mana-mana.akibatnya aktifitas tradisional lumpuh, hutan gundul sehingga banyak
menimbulkan berbagai macam bencana seperti banjir, tanah longsor serta polusi
tejadi di mana-mana. Inilah dampak yang harus di terima masyarakat kita hingga
ke anak cucu.
III.
Peran Iptek Dalam Pembangunan
Pertanian
Kemajuan dan pembangunan dalam bidang apapun tidak dapat dilepaskan dari
kemajuan teknologi. Revolusi pertanian didorong oleh penemuan mesin-mesin dan
cara-cara baru dalam bidang pertanian. A.T Mosher (Mubyarto, 1989;235)
menganggap teknologi yang senantiasa berubah itu sebagai syarat mutlak adanya
pembangunan pertanian.
Apabila
tidak ada perubahan dalam teknologi maka pembangunan pertanian pun terhenti.
Produksi terhenti kenaikannya, bahkan dapat menurun karena merosotnya kesuburan
tanah atau karena kerusakan yang makin meningkat oleh hama penyakit yang
semakin merajalela.
Teknologi
sering diartikan sebagai ilmu yang berhubungan dengan keterampilan di bidang
industri. Tetapi A.T Mosher (1965;93) mengartikan teknologi pertanian sebagai
cara-cara untuk melakukan pekerjaan usaha tani. Didalamnya termasuk
cara-cara bagaimana petani menyebarkan benih, memelihara tanaman dan memungut
hasil serta memelihara ternak. Termasuk pula didalamnya benih, pupuk,
pestisida, obat-obatan serta makanan ternak yang dipergunakan, perkakas, alat
dan sumber tenaga. Termasuk juga didalamnya berbagai kombinasi cabang usaha,
agar tenaga petani dan tanahnya dapat digunakan sebaik mungkin.
Yang perlu
disadari adalah pengaruh dari suatu teknologi baru pada produktivitas
pertanian. Teknologi baru yang diterapkan dalam bidang pertanian selalu
dimaksudkan untuk menaikkan produktivitas, apakah ia produktivitas tanah, modal
atau tenaga kerja. Seperti halnya traktor lebih produktif daripada cangkul,
pupuk buatan lebih produktif daripada pupuk hijau dan pupuk kandang, menanam
padi dengan baris lebih produktif daripada menanamnya tidak teratur.
Demikianlah masih banyak lagi cara-cara bertani baru, di mana petani setiap
waktu dapat meningkatkan produktivitas pertanian.
Dalam
menganalisa peranan teknologi baru dalam pembangunan pertanian, digunakan dua
istilah lain yang sebenarnya berbeda namun dapat dianggap sama yaitu perubahan
teknik (technical change) dan inovasi (inovation) menurut
Mubyarto (1989;235). Istilah perubahan teknik jelas menunjukkan unsur perubahan
suatu cara baik dalam produksi maupun dalam distribusi barang-barang dan
jasa-jasa yang menjurus ke arah perbaikan dan peningkatan produktivitas.
Misalnya ada petani yang berhasil mendapatkan hasil yang lebih tinggi daripada
rekan-rekannya karena ia menggunakan sistem pengairan yang lebih teratur.
Caranya hanya dengan menggenangi sawah pada saat-saat tertentu pada waktu
menyebarkan pupuk dan sesudah itu mengeringkannya untuk memberikankesempatan
kepada tanaman untuk mengisapnya. Sedangkan inovasi berarti pula suatu penemuan
baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya,
artinya selalu bersifat baru. Sebagai contoh, penerapan bibit karet yang unggul
dalam penanaman baru adalah inovasi.
Bila petani
telah terangsang untuk membangun dan menaikkan produksi maka ia tidak boleh
dikecewakan. Kalau pada suatu daerah petani telah diyakinkan akan kebaikan mutu
suatu jenis bibit unggul atau oleh efektivitas penggunaan pupuk tertentu atau
oleh mujarabnya obat pemberantas hama dan penyakit, maka bibit unggul, pupuk
dan obat-obatan yang telah didemonstrasikan itu harus benar-benar tersedia
secara lokal di dekat petani, di mana petani dapat membelinya.
Kebanyakan
metode baru yang dapat meningkatkan produksi pertanian, memerlukan penggunaan
bahan-bahan dan alat-alat produksi khusus oleh petani. Diantaranya termasuk
bibit, pupuk, pestisida, makanan dan obat ternak serta perkakas. Pembangunan
pertanian menghendaki kesemuanya itu tersedia di atau dekat pedesaan (lokasi
usaha tani), dalam jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi keperluan tiap
petani yang membutuhkan dan menggunakannya dalam usaha taninya.
Cara-cara
kerja usaha tani yang lebih baik, pasar yang mudah dijangkau dan tersedianya
sarana dan alat produksi memberi kesempatan kepada petani untuk menaikkan
produksi. Begitu pula dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh
pemerintah menjadi perangsang produksi bagi petani. Pemerintah menciptakan
kebijaksanaan-kebijaksanaan khusus yang dapat merangsang pembangunan pertanian.
Misalnya kebijaksanaan harga beras minimum, subsidi harga pupuk,
kegiatan-kegiatan penyuluhan pertanian yang intensif, perlombaan-perlombaan dengan
hadiah menarik pada petani-petani teladan dan lain-lain. Pendidikan pembangunan
pada petani-petani di desa, baik mengenai teknik-teknik baru dalam pertanian
maupun mengenai keterampilan-keterampilan lainnya juga sangat membantu
menciptakan iklim yang menggiatkan usaha pembangunan.
Akhirnya
kebijaksanaan harga pada umumnya yang menjamin stabilitas harga-harga hasil
pertanian merupakan contoh yang dapat meningkatkan rangsangan pada petani untuk
bekerja lebih giat dan mereka akan lebih pasti dalam usaha untuk meningkatkan
produksi. Dalam pembangunan pertanian terdapat unsur perangkutan. Tanpa
perangkutan yang efisien dan murah maka pembangunan pertanian tidak dapat
diadakan secara efektif. Pentingnya perangkutan adalah bahwa produksi pertanian
harus tersebar meluas, sehingga diperlukan jaringan perangkutan yang menyebar
luas, untuk membawa sarana dan alat produksi ke tiap usaha tani dan membawa
hasil usaha tani ke pasaran konsumen baik di kota besar dan/atau kota
kecil. Selanjutnya, perangkutan haruslah diusahakan semurah mungkin. Bagi
petani, harga suatu input seperti pupuk adalah harga pabrik ditambah biaya
angkut ke usaha taninya. Uang yang diterimanya dari penjualan hasil pertanian
adalah harga di pasar pusat dikurangi dengan biaya angkut hasil pertanian
tersebut dari usaha tani ke pasar. Jika biaya angkut terlalu tinggi, maka pupuk
akan menjadi terlalu mahal bagi petani dan uang yang diterimanya dari penjualan
hasil pertanian tersebut akan menjadi terlalu sedikit. Sebaliknya, jika biaya
angkut rendah, maka uang yang diterima oleh petani akan menjadi tinggi.
Berbagai
sarana perangkutan dan jarak jauh bersama-sama harus membentuk sistem
perangkuan yang merupakan satu kesatuan yang harmonis. Tidak hanya jalan raya
yang diaspal, jalan setapak, jalan tanah, saluran air, jalan raya, sungai dan
jalan kereta api semuanya ikut memperlancar perangkutan. Beberapa diantaranya
dapat dibuat dan dipelihara oleh usaha setempat, termasuk pemerintah setempat.
Beberapa lagi perlu dibangun dan dipelihara oleh pemerintah propinsi dan pusat.
Kesemuanya
harus dihubungkan dan diintegrasikan satu dengan yang lainnya, sehingga hasil
pertanian dapat diangkut dengan lancar dari usaha tani ke pasar-pasar pusat.
Demikian pula sarana dan alat produksi serta berbagai jasa tidak hanya perlu
sampai ke kota kecil dan desa, melainkan juga sampai ke usaha tani itu sendiri.
BAB III
PENUTUP
I.
Kesimpulan
IPTEK
adalah singkatan dari Ilmu pengetahuan dan teknologiyang keduanya itu saling
berkaitan untuk menciptakan metode-metode terkini dalam ilmu pengetahuan.
Perkembangan IPTEK dimulai sejak zaman
prasejarah diteruskan pada zaman yunani dan romawi kuno. Sempat mengalami
kemunduran pada zaman pertengahan, namun setelah Islam datang IPTEK kembali
berkembang dengan pesat. Dan pada masa modern ini perkembangan IPTEK itu
dikembangkan kembali oleh bangsa yunani, romawi dan persia.
Dampak
perkembangan IPTEK terbagi menjadi 2 : yakni dampak positif dan dampak negatif.
Dampak
positif diantaranya memberikan berbagai kemudahan, mempermudah meluasnya
berbagai informasi, dan bertambahnya pengetahuan dan wawasan.
Sedangkan dampak negatifnya
diantaranya mempengaruhi pola berpikir,
hilangnya budaya Tradisional, dan banyak menimbulkan berbagai kerusakan.
DAFTAR PUSTAKA
Maulana,
Puri. http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/02/lmu-pengetahuan-dan-teknologi-iptek-perkembangan-dampak-positid-dan-negatif.html. Diakses pada tanggal 22 Mei 2013
pukul 17.20 wib
Zen. http://jhens-fernando.blogspot.com/2011/10/dampak-perkembangan-iptek.html. Diakses pada tanggal 22 Mei 2013
pukul 17.30 wib
Mukti,
Imam. http://paradigmakaumpedalaman.blogspot.com/2011/11/teknologi-dalam-pembangunan-pertanian.html. Diakses pada tanggal 23 Mei 2013 pukul 06.00 wib
Nurhadi, Ahmad. http://noerhaedi.blogspot.com/2013/02/senin-25-februari-2013-normal-0-false.html
